0

Menggambar Tandem Bareng Ilustrator Buku Anak Indonesia

Kebetulan salah satu pengajar student club di PKBM tempat Sonia bernaung adalah seorang ilustrator dan penulis cerita anak ibu Ratna Halim. Karya-karya beliau bisa dilihat disini http://drawingofmind.blogspot.com

Ceritanya bu Ratna memberi tugas anak-anak untuk melanjutkan menggambar dari 3 buah gambar yang telah Beliau buat terlebih dahulu. Setelah itu, anak-anak diminta menceritakan isi gambarnya dimulai dari gambar bu Ratna yang belum ada ceritanya juga. Cerita kali ini berjudul “Petualangan Lima Ekor Ikan”.

Dibawah ini adalah gambar-gambar Sonia untuk melanjutkan 3 gambar awal karya bu Ratna:

Setelah selesai menggambar, Sonia mendikte cerita yang ingin disampaikannya. Kemudian Mama yang menuliskan. Begini cerita Sonia:

Gbr 1 (gbr bu Ratna)
Ada seekor capung yang hinggap di daun
Gbr 2 (gbr bu Ratna)
Lalu capungnya terlalu berat untuk ranting itu. Jadi ranting itu masuk ke air.
Gbr 3 (gbr bu Ratna)
Lalu 5 ekor ikan itu menggigit daun-daunnya. Lalu ikan-ikan itu terlempar ke laut.
Gbr 4 (mulai Sonia yg menggambar, lihat gambar-gambar di atas ya..)
Lalu mereka jatuh ke laut.
Gbr 5
Lalu ke empat ikan itu bersenang-senang kecuali si ikan biru. Karena dia kesal terlempar ke laut dan rindu rumahnya.
Gbr 6
Lalu mereka pergi ke sebuah gua yang sangat gelap.
Gbr 7
Ternyata di dalam gua itu ada dua ekor hiu yang sangat kelaparan. Lalu 5 ekor ikan itu berenang sangat cepat karena di kejar hiu.
Gbr 8
Lalu 5 ekor ikan itu masuk ke gua yang lebih kecil agar hiu-hiu itu tidak bisa masuk kesana. lalu si ikan pink bilang ke teman-temannya bahwa ada lubang di bawah mereka. Lalu mereka melihat lubang itu.
Gbr 9
Lalu mereka masuk ke dalam lubang itu. Si ikan biru berkata:”Hmmm, mungkin lubang ini bisa kita jadikan rumah.” “Aku setuju!” Kata si ikan orange.
Gbr 10
Yeay!! Lalu kelima ekor ikan itu mulai membuat rumah di dalam lubang itu. Selesai.

Menurut bu Ratna, beliau paling suka gambar Sonia yang no. 2 (atau cerita no.5), ikan birunya lucu katanya ?
Kalau kami paling suka gambar no. 4 (atau cerita no.7), ekspresi mata ketiga ikan yg dikejar hiu lucu banget. Apalagi tampang hiu-hiunya yang tengil abis hahaha.

Setelah Sonia menyetorkan karya beserta ceritanya, kemudian bu Ratna mengolahnya. Sekarang Alhamdulillah karya tandem bu Ratna dan Sonia sudah bisa dilihat di website serusetiapsaat.com lhoo… Kalian boleh mendownload atau membagikannya ke teman-teman yang lain. Ohiya, disitu selain Sonia juga ada satu teman lain yang bernama Insia yang karyanya juga masuk.

Alhamdulillah…Sonia beruntung bisa ikut kelas ilustrasi bersama bu Ratna. Ilmu menggambarnya makin bertambah. Terimakasih ibu Ratna…

~Mama

0

Karena Corona Aku Membikin (Gambar) Ini

Gambar di atas adalah hasil Sonia mengerjakan tugas di kelas online belajar menggambar bersama kak Kli. Dua kali pertemuan temanya seputar Corona. Tugas pertama menggambar apa saja yang berhubungan dengan pandemi ini, hasilnya Sonia menggambar ilustrasi di atas. Sonia mendapat komentar dan beberapa masukan dari kak Kli:

“Wah, ide dan ilustrasi yang kerennn…
coba finishingnya lebih rapi lagi…pasti akan kuerenn poll…? ?”

Sonia paling males buat ngrapiin gambar. Alasannya capek. Anak ini modelnya kalau gambar srat sret srat set, diwarnain urekurek, dah. Selesai ? Jadi kak Kli memberi tips:

“Caranya bisa dibuat jangan langsung selesai, bisa perkotak itu, atau kalau tidak kertasnya ukuran separoh hvs, jadi terlihat padat..?” begitu saran kak Kli buat Sonia.

Tugas yang kedua adalah menggambar yang berhubungan dengan aktivitas masing-masing ketika di rumah saja #stayathome selama pandemi covid-19 ini.

5 Mei 2020 ~ Salah satu aktivitas di rumah saja #stay@home: menanam

Sonia memutuskan menggambar anak yang sedang menanam. Heran juga kenapa dia memutuskan menggambar itu, padahal baru sekali dia mau saya ajak nanem benih sayuran. Tapi memang seru banget dan dia senang waktu saya ajak nanem, karena kakaknya juga bergabung.

20 April 2020 ~ Menanam benih-benih sayuran
Sonia sedang mengikuti kelas online menggambar bareng kak Kli
yang di selenggarakan oleh PKBM Piwulang Becik

~Mama

0

Puasa Pertama Ramadhan 2020

Puasa memang sejak tanggal 24 April lalu, tapi Sonia (6th 10bln) baru memulainya kemarin 29 April. Kenapa? Karena kakaknya belum mulai puasa juga. Masih libur. Jadi kami minta dia ikutan makan sahur bareng kakaknya saja nanti. Karena nggak tahan pengen ikut puasa, jadinya Sonia maksa ikut sahur. Sebelum tidur mamanya disuruh janji harus bangunin dia pas sahur hahaha.

Sejak kakaknya kecil dulu, kami memang melatih mereka puasa karena keinginan mereka sendiri. Dan itu datang dari hati. Melakukannya pun semampunya mereka. Jadi tak harus dia sahur sebelum adzan subuh, semampu dia bangun pagi saja. Disamping itu, karena anak-anak kami semua perempuan, kami juga membebaskan mereka tidak puasa ketika mamanya sedang libur puasa. Sehingga dia akan suka cita untuk berpuasa. Bukan terpaksa.

Alarm sahur bunyi. Segera saya matikan biar Sonia nggak terusik. Saking gemesnya saya cium pipi anak yang masih merem itu. Eh, dia langsung melek dan senyum hahaha..ya sudah, walau kakaknya belum mulai puasa akhirnya dia ikutan sahur dan puasa hari ini.

Kali ini Sonia sahur dengan sayur kunci bayem dan wortel dengan lauk bandeng presto goreng. Alhamdulillah lahab makannya. Tapi tetep saja makannya lambat. Jadinya dia baru selesai makan sahur setelah adzan subuh lewat. Bagi kami tak apa, toh dia masih tahap belajar dan belum wajib.

Setelah sholat subuh berjamaah, Sonia nggak mau tidur lagi. Akhirnya sekitar jam 7 pagi dia mulai menyerah pada kantuk dan jam 9:15 dia bangun. Dia pun tak sengaja melihat kakaknya yang asyik nyemil sebelum kakaknya sadar adiknya lagi puasa. Tapi Sonia nggak tergoda. Cuek aja dia. Kakaknya yang buru-buru ke kamar makan di dalam 🙂

Hari itu mamanya ingin masak spesial buat Sonia yang mulai puasa. Saya kira dia akan berbuka waktu dhuhur, jadi saya memasak lebih awal. Nyoto! Kebetulan kemarin beli ayam kampung online. Waktu yang tepat untuk mengeksekusinya.

Menjelang dhuhur aroma soto mulai menyeruak. Saya tanyain Sonia: kamu bau soto jadi laper nggak dek?
Nggak i, ma. Padahal kalau aku nggak puasa kalau bau makanan pasti langsung lapar. Jawab Sonia.
Widihhh keren banget! Kamu tau nggak, dek, kok bisa begitu?
Enggak.
Itu karena Sonia sudah niat Lillahita’ala buat puasa. Jadi kalo sudah niat maka otak kita menghasilkan suatu zat kimia dan mengirimkan sinyal “nggak lapar bau makanan” ke perut. Hebat kan?
Sonia pun terwow gitu hehehe

Adzan dhuhur sudah lewat. Tapi katanya dia masih enggan buka puasa. Lalu Sonia bilang: Mah, kalau nanti adzan ashar aku minum saja tapi makannya nanti nunggu (maghrib) bareng mama gitu boleh nggak?
Saya jawab: Lhoh, puasa itu nggak gitu dek, kalau ashar Sonia mau minum ya makan aja sekalian. Atau mau kayak mama dan ayah langsung sampai maghrib makan minumnya.

Sebelum ashar Sonia ikut Ayah pergi ambil pesanan kering kentang, ke ATM sama beli titipan mamanya. Jadi pas adzan ashar dia nggak di Rumah. Pulang-pulang sudah setengah 4, padahal jam 4 dia ada kelas online menggambar bareng kak Kli. Akhirnya dia buru-buru mandi dan bersiap di depan hp. Lupa deh sama buka pas ashar.

Kelas onlinenya selesai jam 5 sore. Lalu dia ke meja makan. Katanya sekarang baru berasa lapar banget. Dan dia berusaha menahannya sampai 30 menit ke depan. Sambil menunggu dia minta youtube-an. Dia merasa waktu berjalan sangat lambat. Dikit-dikit bilang: masih 20 menit lagi. Masih 15 menit lagi. Masih 10 menit lagi. Masih 5 menit lagi. Hahaha… Dan akhirnya adzan berkumandang, dia minta minum air putih dulu baru minuman pesanannya: cincau+blewah+gula aren tanpa es. Ya, kami melarang meminum es kalau buka puasa.

Alhamdulillah…akhirnya Sonia sukses puasa full di hari pertamanya. Anak ini semangatnya memang luar biasa. Ohya seharian Sonia absen sholat Ashar dan Maghrib karena capek katanya. Tapi dia ikut Isya dan taraweh berjamaah sekeluarga. Selamat ya Sonia… kamu memang keren! Tampak pula rasa bangga dan puas akan keberhasilannya hari ini. Muach!!

~Mama

Video
0

Busy Book Rumah Kertas

Busy Book Rumah Kertas

Halo ini busy book rumah kertas buatanku. Bahannya kertas, aku gambar, lalu dilem. Bikinnya hampir seharian loh. Isi rumahnya ada ruang tidur, dapur, kamar mandi, tempat cuci, dan jemuran. Aku senang main busy book karyaku sendiri.

Gambar
0

My Farm :)

Alam pedesaan

Lukisan oleh Sonia terinspirasi dari gambar beberapa komik tentang pedesaan. Warna kolaborasi dengan mama.

0

Sakit yang Produktif

Minggu terakhir November Sonia sakit. Sepertinya karena kecapekan. Bagaimana tidak, kami baru menemukan jalan pintas melewati jalan setapak menuju lapangan kelurahan.

Biasanya kami ke lapangan mengendarai sepeda motor karena jalannya menanjak dan jauh memutar. Sedangkan jalan baru ini lebih datar dan jauh lebih dekat. Sehingga kami bisa kesana jalan kaki dan membawa serta sepeda Sonia. Jadi, sementara ortunya joging dia bisa mengikuti sambil sepedaan. Anaknya senang sekali!

Sudah lama Sonia tidak sepedahan tiba-tiba sepedahan dan lari-lari sampai 30 an menit nonstop. Si bocah nggak mau di suruh diam menunggu sementara ortunya joging. Yaiyalah. Beberapa hari begitu. Akhirnya badannya kaget, demam. Hasil laborat widalnya ketahuan kalau titer typhynya naik.

Sonia nggak betah harus berdiam diri selama sakit. Pengennya menggambar terus malahan. Dia pun membuat ini:

Sisi kreatif dari kegiatannya ini adalah: Kemampuannya memperkirakan besar kecilnya bagian-bagian yang akan dia susun. Tanpa mengukur langsung digambar. Dia sedang membuat puzzle my little pony!

Pertama dia menggambar setiap bagian tubuh my little pony. Setelah itu dia mewarnainya. Baru digunting-gunting. Lalu dia menyusun dengan mengelemnya satu persatu.

Yang menggemaskan, dia menggambar dan menggunting juga bagian yang kecil-kecil secara terpisah seperti: tanduk, mahkota, jambul dan kalungnya.

Semoga Sonia lekas pulih dan sehat selalu. Aamiin.

0

Komik: Dokter Gigi

Sonia membuat komik lagi. Kali ini sisi kreatifnya adalah memanfaatkan gambar yang sudah ada di kertas lalu dibuat sendiri dialognya. Oleh sebab itu susunan dialognya nggak dari atas ke bawah tapi dari bawah ke atas untuk dapat memahami isinya.

Dokter: Sonia, usia: 6 tahun

Pasien: Roki & Poo & Lia

——-+++++——-

Pasien: Tolong periksa, Buk. Saya sakit gigi.

Pasien : Buk maksud saya, anak saya yang sakit gigi.

Dokter : Ok, saya akan memeriksa anakmu.

+ Teman ayo turun kesini agar kita bisa bermain!

– Tidak bisa karena aku sedang sakit.

+ Hey! Ini rambut atau tali? *Sonia terinspirasi Rapunzel ?*

– Maaf aku punyanya tali ?

##Sonia bilang rencananya mau ditulis “Rmbutku sudah dipotong”, Tapi nggak jd karena terlalu panjang katanya.

+ Heeeeh…sekarang aku lelah karena ketawa dan membuat lelucuan terus.

– Aku jadi pengen makan es krim.

——————-

Begitulah komik Sonia kali ini. Tetep yaa, nulisnya nanya mamanya trus mamanya mendikte dari jauh ?.

0

Komik Sonia

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Sonia bikin komik. Tapiiii ini pertama kalinya Sonia bikin komik dan menulis sendiri ceritanya. Biasanya saya yang menuliskan ceritanya sesuai dengan keinginan Sonia.

Kagetlah kami, anak ini tiba-tiba bisa menulis. Usianya memang sudah 6 tahun, tapi urusan baca tulis dia susah banget nangkepnya. Tapi soal menghitung dia cepet banget nangkepnya. Lagi-lagi Sonia dan Sofia bertolak belakang. Sofia dulu usia 6 tahun sudah bisa baca lancar, tapi soal menghitung…ortunya harus punya stock sabar berkali-kali lipat. Betapa luar biasanya setiap anak itu ya! ❤️

Karena kami homeschooling jadi ya nggak ada masalah dia belum bisa baca tulis diusianya sekarang. Dan kami jadi membuktikan lagi kalau anak-anak itu kalau sudah “saatnya” mereka akan bisa. Karena pada dasarnya mereka senang belajar. Yang penting kami ortunya mendukung dan memfasilitasi kebutuhannya belajar.

Ohiya, Sonia baru bisa membaca huruf-huruf besar. Kalau ketemu huruf kecil dia langsung bingung dan frustasi.

Bagaimanapun, selamat ya Sonia!

0

My Little Pony

Hari-hari kemarin Sonia lagi seneng banget gambar my little pony berlembar-lembar. Pas berkunjung ke rumah om tantenya, sepupu-sepupunya jadi gemes ngliatin Sonia gambar pony-ponynya. Merekapun minta digambarin. Sayangnya nggak difoto.